Desa Digital ~ BPD - BALAROA PEWUNU
BPD-Balaroa Pewunu

AAAAAAAAAAAAA

Peraturan Perundangan

Senin, 12 Desember 2016

Desa Digital

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}
Silahkan bagikan :
۞ السَّــــــلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْــــــكُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َــةُ اللــــهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُــــــــــهُ ۞
۞ بســـــــــــــم اللّـــه الرّحمٰÙ† الرّحيـــــــــــــم ۞
-----------------------------------------------------------------------


Desa digital bukan hanya menjadi angan-angan, bila ditambahkan sedikit usaha, desa digital mampu menjadi kenyataan. Contohnya adalah informasi mengenai monografi desa saat ini sangat mudah untuk diperoleh melalui jaringan internet asalkan web desa mau menyediakan informasi tersebut. Informasi tentang beberapa layanan di desa juga dapat diketahui oleh warga dengan mudah juga melalui internet tanpa kesulitan. Bahkan beberapa layanan di desa, sudah dapat dilakukan melalui internet yang terhubung dengan beberapa perangkat, SMS gateway misalnya.
Begitu pula dengan meningkatnya pengetahuan warga desa dalam menggunakan perangkat teknologi informasi sudah semakin baik. Contoh yang sederhana, saat ini hampir setiap orang khususnya kalangan remaja hingga dewasa antara 17 sd 35 tahun sangat aktif menggunakan perangkat telpon selularnya untuk merambah dunia maya media sosial seperti facebook. Jadi sebetulnya saat ini, kebutuhan sistem informasi yang terintegrasi merupakan salah satu kebutuhan bagi masyarakat, khususnya di desa.  Banyak contoh sebenarnya dimana penggunaan teknologi informasi di desa mampu menyelesaikan masalah warga.
Pada workshop kali ini, Forum Desa Digital kali ini mempertemukan kembali berbagai pihak baik pemerintah maupun komunitas, khususnya akademisi untuk melihat perkembangan bersama. Terutama menguak kondisi sistem informasi desa dan kawasan (SiDeka) yang kini tengah disiapkan oleh pemerintah. Workshop di Universitas Atmajaya Yogyakarta, Selasa 13 Januari 2014 yang lalu ini, terkuak bahwa inisiatif telah lahir dari banyak kalangan di desa, termasuk inisiatif dan support pemkab kepada pemerintah desa untuk menggunakan teknologi informasi berupa perangkat elektronik, baik yang menggunakan jaringan internet maupun tidak.
Atas dasar itu, sudah semestinya  pembangunan dan pengembangan sistem informasi desa dan kawasan tidak menemui banyak kendala selain masalah infrastruktur dasarnya seperti tersedianya listrik dan jaringan internet dari provider  telekomunikasi. Juga tersedianya jaringan dasar lainnya.
“Namun demikan diperlukan asesmen yang lebih komprehensif tentang sebaran dan penggunaan teknologi informasi di desa. Khususnya yang berkaitan dengan layanan pemerintahan desa dan informasi komunitas desa”, kata Semmuel Pangerapan dari Badan Prakarsa dan Pemberdayaan Desa dan Kawasan, yang turut hadir menjadi narasumber pada workshop itu. “Bagaimanapun sistem informasi desa sejak awal direncanakan harusnya mampu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa”, tambahnya.
Menurut Dr. R Maryatmo dari Unversitas Atmajaya mengatakan bahwa  sistem informasi sangat diperlukan untuk manajemen. Pertama soal perencanaan dimana sangat membutuhkan data informasi tentang jumlah sasaran yang hendak dilayani. Kedua adalah membantu untuk mengambil keputusan yang diperlukan oleh institusi seperti pemerintah desa. Tetapi itu semua  diperlukan sistem basis data di desa yang sudah terkomputerisasi. “Banyak program sofwear yang bisa digunakan, hanya saja membutuhkan orang yang mampu mengoperasikan dengan baik agar basis data dapat diolah siapapun”, ungkap Rektor di Universitas Atmajaya Yogyakarta ini pada saat menyampaikan pokok pemikiran di workshop forum desa digital.  
Sekretaris Umum Forum Ilmuwan Indonesia ini juga menambahkan bahwa kesemuanya perlu ditujukan untuk mendorong produktifitas desa agar ekonomi bergerak dan dimensi sosial desa menjadi satu kesatuan. Kuncinya adalah membuka lapangan pekerjaan di desa yang sebenarnya masih banyak yang dapat dikerjakan. Teknologi informasi merupaka alat yang baik memaksimalkan layanan publik di desa dan juga untuk mengkomunikasikan informasi desa kepada publik luas. “Sudah saatnya melalui sistem informasi desa dan kawasan memperbarui cara negara hadir untuk melayani dan menyelesaikan masalah warga desa”, ungkapnya.
Suparna, kepala desa Kampung dari Kabupaten Gunung Kidul yang ikut hadir pada workshop itu menyampaikan memang benar kendala dalam mengembangka sistim informasi desa dan kawasan saat ini adalah minimnya sumberdaya manusia. Apalagi spek yang dibutuhkan adalah untuk membuat database dan mengolah sata sedemikian rupa sehingga mampu menyajikan informasi yang siap saji kepada warga desa.
Workshop forum digital  yang dipandu oleh Erwin Razak dari Rumah Suluh berlangsung serius karena  beberapa nasumber dari rumah suluh bapak Dadang Juliantara, dan  Wahyudi Anggoro Lurah Desa Panggungharjo Sewon Bantul juga turut hadir memberikan wawasan dan bertukar pikiran dengan peserta.
Forum desa digital adalah forum warga yang ingin berpartisipasi dan menginisiasi pertemuan untuk proses memperkaya pengetahuan bagi pemkab/pemkot, pemdes, penggiat desa dan komunitas dalam mengembangkan sistem informasi desa dan kawasan (Sideka). 

۞ الحمد لله ربّ العٰلمين ۞

-----------------------------------------------------------------------
----------------- Semoga Bermanfaat. By: BPD Balaroa Pewunu -----------------------

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.lpmd-balaroapewunu.web.id/2016/08/membangun-desa-dimulai-dari-membangun.html
Kareba
SSSSSSSS
Line marketing!
Mau Jago Jualan di instagram?
optimasi toko online
Mau Bisis berkah omset milyaran?