Pengertian Nawacita ~ BPD - BALAROA PEWUNU
BPD-Balaroa Pewunu

AAAAAAAAAAAAA

Peraturan Perundangan

Senin, 12 Desember 2016

Pengertian Nawacita

Peringkat dan Tampilan:
{[["☆","★"]]}
Silahkan bagikan :
۞ السَّــــــلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْــــــكُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َــةُ اللــــهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُــــــــــهُ ۞
۞ بســـــــــــــم اللّـــه الرّحمٰÙ† الرّحيـــــــــــــم ۞
-----------------------------------------------------------------------



APASIH NAWA CITA?
Sudahkah kalian mendengar Nawa Cita? Apasih Nawa Cita itu? Seperti apa Nawa Cita itu?
Pertama kita membahas apa arti Nawa Cita itu sendiri. Nawa Cita berasal dari Bahasa sanskerta nawa yang berarti Sembilan dan cita yang berarti cita-cita/harapan/tujuan. Jadi apasih sebenarnya Nawa Cita itu? Nawa Cita adalah Sembilan agenda prioritas ini merupakan visi misi yang dibuat untuk pemilihan presiden setahun yang lalu dan menjadi program untuk lima tahun masa jabatan Jokowi-JK. Berikut sembilan agenda prioritas pasangan Jokowi-JK saat menjabat menjadi Presiden dan Wakil Presiden yang diharapkan bisa terealisasikan yaitu sebagai berikut:
1. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan meberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.
2. Membuat pemerintahan tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan.
4. Menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hokum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa.
9. Memperteguh Ke-Bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Sembilan agenda tersebut untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Untuk merealisasikan Nawa Cita pemerintah menyiapkan kebutuhan agar program ini berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Termasuk anggaran dan perangkat untuk menyukseskan program tersebut. Karena tanpa anggaran dan perangkat Nawa Cita ini tidak akan berjalan dan hanya sebagai omong kosong belaka.
Dalam perjalanan untuk mewujudkan Nawa Cita ini ada perangkat yang tidak sejalan dalam mewujudkan program Nawa Cita sehingga terjadi pergantian posisi pada Kabinet Kerja Jokowi-JK. Sudah beberapa Menteri terkena reshuffle dalam kabinet karena tidak sesuai dengan tujuan Nawa Cita ini. Seperti yang diungkapkan Budiarto Shambazy bahwa sebenarnya kabinet kerja yang disusun Jokowi-JK merupakan hasil dari kompromi politik.
“Saya pernah melakukan wawancara kepada Pak Jokowi dan Pak JK, mereka berdua tidak puas dengan hasil kinerja menteri kabinetnya. Karena yang menentuksn menteri itu bukan mereka, tetapi hasil kompromi politik orang-orang yang ingin memasukkan kepentingannya di kabinet,” ungkap Budiarto dalam diskusi bertema Menteri Politisi dan Bukan, Bagus Mana? , di Restoran Gado-gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu 27 Juni 2015. (okezone,27/06/2015)
Menteri-menteri dari hasil kompromi ini kurang melakukan kinerja dengan baik dan maksimal. Sebagai seorang menteri sudah seharusnya mengemban jabatan tersebut dengan sebaik mungkin. Karena itu wajar saja jika masyarakat menginginkan perombakan dalam kabinet tersebut.
Penilaian tentang keberhasilan Nawa Cita tersebut dapat dilihat dari respon masyarakat terhadap kinerja dan hasil dari kerja mereka. Masyarakat dapat menilai secara objektif dan tanpa tuntutan dari orang lain. Dari sinilah dapat diketahui program Nawa Cita berhasil atau tidak.
Dalam merealisasikan Nawa Cita ini ada banyak kendala yang harus dihadapi. Kepemimpinan yang baru satu tahun sudak banyak masalah-masalah yang muncul dan program yang dijalankan keluar dari jalur yang sesuai dengan Nawa Cita. Seperti anggaran dalam pemerintahan yang membutuhkan dana yang tak sedikit. Masalah yang muncul adanya kenaikan harga BBM yang kurang bisa diterima oleh masyarakat. Kendala yang lain seperti adanya bencana yang terjadi, dan kendala yang terbaru adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Sehingga pemerintah harus berpikir keras agar agenda prioritas ini dapat diwujudkan dengan baik tanpa masalah yang muncul.
Diharapkan program prioritas Nawa Cita ini tidak kandas di tengah jalan. karena memang sulit untuk merealisasikan semua agenda prioritas tersebut. Untuk masyarakat diharapkan saling kerja sama agar dapat mewujudkan Nawa Cita ini sehingga bisa menjadi Indonesia yang lebih baik.
Berikut inti dari sembilan program tersebut yang disarikan dari situs www.kpu.go.id:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya, dengan memberikan prioritas pada upaya memulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi demokrasi dengan melanjutkan konsolidasi demokrasi melalui reformasi sistem kepartaian, pemilu, dan lembaga perwakilan.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 hektar, program rumah Kampung Deret atau rumah susun murah yang disubsidi serta jaminan sosial untuk rakyat di tahun 2019.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

9. Memperteguh kebhinnekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinnekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.

۞ الحمد لله ربّ العٰلمين ۞

-----------------------------------------------------------------------
----------------- Semoga Bermanfaat. By: BPD Balaroa Pewunu -----------------------

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.lpmd-balaroapewunu.web.id/2016/08/membangun-desa-dimulai-dari-membangun.html
Kareba
SSSSSSSS
Line marketing!
Mau Jago Jualan di instagram?
optimasi toko online
Mau Bisis berkah omset milyaran?